Newest Post

Sistem Pengkabelan Data Center

| Kamis, 09 Oktober 2014
Baca selengkapnya »
Data Center

Pengertian : 
Sebuah tempat yang aman untuk peralatan komputer, media penyimpanan dan peralatan komunikasi serta jaringan yang digunakan untuk menyimpan, mendistribusikan dan memelihara data dalam sebuah organisasi.
Ada dua macam data center: internet data center dan corporate/enterprise data center
kriteria perancangan
•Lokasi aman, memenuhi syarat sipil bangunan,
geologi, vulkanologi, topografi
•Terproteksi dengan sistem cadangan, untuk sistem
catudaya, pengatur udara/lingkungan, komunikasi
data
•Menerapkan tata kelola standar data center
meliputi : Standar Prosedur Operasi,  Standar
Prosedur Perawatan,  Standar dan Rencana
Pemulihan dan Mitigasi Bencana, Standar Jaminan
Kelangsungan Bisnis.

tier / level data center
•Tier-I (Basic),
•Tier-II (Redundant Components),
•Tier-III (Concurently Maintainable) dan
•Tier-IV (Fault Tolerance).

disaster recovery
•Sebuah  Data center membutuhkan Disaster Recovery Planning (DRP):  rencana yang fokus pada sistem teknologi informasi yang  diterapkan pada data center untuk memperbaiki operabilitas sistem target, aplikasi, dan fasilitas komputer  dilokasi alternatif dalam kondisi darurat.

PEMILIHAN LOKASI DATA CENTER
1.Perlindungan dari bahaya.
2.Akses yang mudah.
3.Fitur-fitur yang mengakomodasi pertumbuhan dan perubahan dimasa depan.
4.Opsi untuk pemulihan dari bencana (Disaster Recovery Option).
5.Mendukung key desain strategies (robust, modular, fleksibel, dan standar).
6.Memperhatikan masalah latency network. 
7.Aspek untuk redundancy.

DESAIN LAYOUT DAN INFRASTRUKTUR
Infrastruktur data center merupakan perangkat yang digunakan pada system data center, berfungsi sebagai kelengkapan kinerja data center tersebut, seperti :
•Ruangan yang tahan api
•Management kabel yang teratur
•Sistem keamanan perangkat yang sesuai
•Pendingin ruangan yang selalu terjaga


SISTEM PENGKABELAN DATA CENTER
Elemen dasar sistem pengkabelan data center sebagai berikut:
•Sistem pengkabelan horizontal (horizontal cabling)
•Sistem pengkabelan backbone (backbone cabling)
•Cross-connect pada pintu masuk (entrance room) atau (main distribution area)
•Main cross-connect (MC) pada area distribusi utama(main distribution area)
•Horizontal cross-connect (MC) pada ruang telekomunikasi, HDA atau MDA.
•Zone outlet atau konsolidasi titik pada zone distribution area
•Outlet pada area distribusi perangkat (equipment distribution area)

Sistem Pengkabelan Data Center

Posted by : Unknown
Date :Kamis, 09 Oktober 2014
With 0komentar
Tag :

Pengkabelan Coaxial

| Senin, 06 Oktober 2014
Baca selengkapnya »
KABEL COAXIAL


Kabel sepaksi/sesumbu (bahasa Inggriscoaxial cable) adalah sarana penyalur atau pengalirhantar (transmitter) yang bertugas menyalurkan setiap informasi yang telah diubah menjadi sinyalsinyal listrik. Kabel ini memiliki kemampuan yang besar dalam menyalurkan bidang frekuensi yang lebar, sehingga sanggup mengalirhantar (transmit) kelompok kanal frekuensi percakapan atau program televisi. Kabel sepaksi biasanya digunakan untuk saluran antar-setempat (interlocal) yang berjarak cukup dekat yakni, dengan jarak selebihnya 2.000 km.

Sejarah

Kabel koaksial berkembang pada tahun 1920 sebagai kelanjutan dari penemuan bentuk saluran dengan jumlah dua kawat yang sudah digunakan pada periode jauh sebelumnya. Kemudian pada tahun 1941, jaringan kabel koaksial buatan laboratorium Bell jenis L1 digunakan untuk menghubungkan antar wilayah perkotaan di daerahAmerika bagian Timur. Lalu ketika televisi menjadi suatu teknologi yang populer, kabel koaksial ternyata terbukti dapat juga digunakan sebagai penyalur isi informasi siaran. Tahun - tahun berikutnya laboratorium Bell terus melakukan pengembangan peralatan multipeks dan repeater ( penunjang ) untuk transmisi yang lebih efisien. Tahun 1953, sistem L1 kemudian dioperasikan dengan kemampuan yang lebih besar daripada L1, yakni dalam angka 1860 kanal. Pada akhir tahun 1960-an, kabel koaksial mampu berpartisipasi dalam sistem mikrowave dimana keberadaan kabel koaksial dapat menekan adanya biaya konstruksi dan pemeliharaan.

Konstruksi

Konduktor kabel harus terbuat dari bahan tembaga padat berbentuk silindris tanpa cacat berkonduktivitas tinggi. Untuk diameter dari kabel tidak diperbolehkan melebihi 0,02 mm dan 1,53 mm. Sedangkan untuk tahanan dari konduktor yang letaknya di dalam ( inner conductor) adalah 1/58 per 1 meter.
Isolasi kabel terbuat dari bahan polietilena homogen dan melingkari pada konduktor utama. Untuk diameter nominalnya yakni 0,97 mm dan juga tidak diperbolehkan melebihi 0,05 mm.
Konduktor terbuat dari pita tembaga yang memiliki tebal 0,25 mm dengan maksimum toleransi 0,2 mm pada posisi memanjang dan sedikit tumpang tindih. Untuk tahanannya adalah sebesar 1/52 per meter. Pada bagian atas pita tembaga ini dibalut secara helikod dengan dua lapis pita baja yang memiliki tebal 0,15 mm yang digunakan sebagai pelindung elektromagnetik.
Penggantung di sini terdiri dari tujuh bual lilit kawat baja dengan ukuran 2 mm dan dengan daya kuat tarik sebesar 3,010 kgf.
Pembungkus luar kabel terbuat dari polietilena yang dicampur dengan karbon hitam sebanyak 2%. Untuk tebal rata – rata pembungkus tidak diperbolehkan melebihi dari 2 mm dan juga tidak boleh kurang dari 1,6 mm. Sementara untuk tebal dari bagian antara penggantung dengan kabel adalah 3,4 mm dan dengan tinggi 3 – 4,5 mm.

Sifat-sifat elektris

Pada dasarnya kabel koaksial memakai kawat tunggal yang menggelantung di tengah konduktor yang berbentuk silindris. Kawat tersebut berada pada tengah tabung atau pipa yang kemudian di antara kabel – kabel tersebut disisipi semacam bahan isolator piringan. Kabel ini memiliki faktor redaman yang sangat kecil dengan pelindung yang sangat kebal akan kemungkinan interfensi dan gangguan radiasi elektomaknetik.

Walupun saluran – saluran koaksial yang memiliki sekat pada sekelilingnya mempunyai kerugian arus yang lebih kecil dibandingkan saluran dielektris yang pejal, akan tetapi pembuatannya ternyata lebih sulit karena adanya problem mekanisme penyimpan konduktor yang berbentuk bulat. Saluran koaksial yang disertai dengan penyekat dalam jarak yang mendekati keadaan ideal memiliki udara sebagai dielektris atau sering disebut kabel berdielektris udara.

Di dalam kabel pelindung pipa – pipa koaksial ini yakni kawat – kawat bercelah dengan suatu inti yang berbentuk silindris terdapat pasangan kawat – kawat yang digunakan sebagai cadangan dalam perbaikan. Kawat – kawat tersebut semuanya berbentuk bulat dan tepat di sekitarnya terdapat lapisan penyekat yang tebal dan juga pelindung yang terbuat dari timah hitamKawat – kawat bercelah ini dapat dipakai secara khusus sebagai penghubung antar stasiun ( order wire ) repeater yang bertugas dan juga untuk memantau pula mengawasi stasiun yang tidak berawak ( unantended ). Apabila diperlukan untuk perbaikan ( service ), maka kawat – kawat service pair dapat digunakan sebagai sirkuit atau fasilitas kabel multipleks.

Penyambungan

Kabel koaksial seringkali membutuhkan adanya proses penyambungan agar proses penyaluran menjadi lebih baik. Konduktor dalam kabel terbuat dari tembaga dengan diameter 5 mm serta dibungkus dengan osilasi polietilena dengan diameter 10 mm disusul pada konduktor luar yang berbentuk pita tembaga dengan tebal 2 mm. Kemudian dalam kabel koaksial udara biasanya terdapat kawat yang terbuat dari baja dengan kabel konduktornya yang membentuk huruf S. Dalam penyambungan kabel koaksial, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

  • Kontinuitas konduktor utama kabel dalam kondisi yang terpelihara oleh keberadaan selongsong ( cincin berulir )
  • Semua dielektrik polietilena terbentuk dengan adanya sistem injeksi ( mencetak )
  • Konduktor luar pada kabel digantikan oleh sebuah jalinan tembaga
  • Pembungkus bagian luar polietilena digantikan oleh lapisan yang mudah mengerut akibat kondisi yang panas
  • Kontinuitas dari kabel penggantung tetap terpelihara oleh keberadaan konektor – konektor khusus
  • Sambungan daripada kabel harus sedemikian rupa sehingga kabel tetap bersifat homogen seperti pada kondisi yang semula
  • Redaman sedapat mungkin tetap pada angka nol atau sekecil – kecilnya
  • Hasil dari pekerjaan sambungan kabel tersebut haruslah rapi


Keunggulan

Kabel jenis ini mempunyai kemampuan dalam menyalurkan sinyal – sinyal listrik yang lebih besar dibandingkan saluran transmisi dari kawat biasa. Selain itu kabel koaksial memiliki ketahanan arus yang semakin kecil pada frekuensi yang lebih tinggi. Perambatan energi elektromagnetiknya dibatasi dalam pipa dan juga sekat dari pengaruhinterfensi atau gangguan percakapan silang luar karena bentuknya yang sedemikan rupa. Pada perkembangannya, pemakaian pesawat telepon yang semakin meningkat menyebabkan adanya keterbatasan penampungan spektrum yang tersedia pada mikrowave. Hal ini berdampak pada peningkatan penggunaan kabel koaksial sebagai penunjang jalur mikrowave pada jarak yang pendek.

Kelemahan

Walaupun kabel koaksial pada dasarnya memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam proses transmisi, dari sisi ekonomi, sistem penyaluran informasi menggunakan kabel ini memiliki kelemahan yakni dalam hal investasi dan biaya pemeliharaan yang mahal. Lebar bidang frekuensi dalam kabel koaksial hanya terbatas oleh gain ( pengerasan ) yang dikehendaki, yang diperlukan untuk mempertahankan mutu sinyal yang baik. Dalam suatu jarak tertentu, transmisi sinyal – sinyal elektromagnetik harus diangkat dengan serangkaian repeater yang terbuat dari tabung elektron pada jalur tersebut agar penyampaian komunikasi terjalin lebih baik. Satu kelemahan yang juga melanda kabel koaksial yakni adanya pengaruh yang besar dari variasi temperatur. Hal ini dapat berpengaruh pada mutu dan kualitas dari sistem koaksial tersebut. Masalah kemudian ini ditanggulangi dengan adanya penanaman kabel di dalam tanah dan juga mengandalkan bantuan repeater yang bertugas sebagai penyeimbang tambahan terhadap perubahan variasi temperatur yang terjadi dalam kabel.

Pengkabelan Coaxial

Posted by : Unknown
Date :Senin, 06 Oktober 2014
With 0komentar

Sistem Pengkabelan

|
Baca selengkapnya »
System Cabling


A.Pengkabelan
    UTP merupakan singkatan dari Unshielded Twisted Pair yaitu kabel jaringan yang tidak memiliki shield atau pelindung dan mempunyai 4 pair atau pasangan kabel yang di twisted atau dipuntir. Jadilah namanya Unshielded Twisted Pair. Karena tidak memiliki pelindung kabel UTP jadi kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Keempat pasang kabel tersebut mempunyai warna yang masing-masing pasangannya terdiri dari warna yang sama dan satunya putih dan warna tersebut. Warnanya adalah putih orange dan orange, putih hijau dan hijau, putih biru dan biru, serta putih coklat dan coklat. 
   Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable
=>Kabel straight
      Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu  dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.
Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:
Berikut adalah gambar standar kabel straight








  1. Menghubungkan antara computer dengan switch
  2. Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
  3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
  4. Menghubungkan switch ke router
  5. Menghubungkan hub ke router

=>Kabel cross over
      Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung dua. Kabel cross over  digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross over.
Berikut adalah gambar standar kabel cross over













  1. Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
  2. Menghubungkan 2 buah switch
  3. Menghubungkan 2 buah hub
  4. Menghubungkan switch dengan hub
  5. Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.
B.Alat Yang Dipersiapkan Untuk Membuat Kabel


1.Kabel UTP



     Kabel UTP adalah kabel khusus buat transmisi data. UTP singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. 
2.Konektor

      Konektor ini digunakan sebagai alat penghubung antara Kabel UTP dan LAN Card atau HUB/Swicth HUB/Router.Konektornya ini bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih besar. Nama untuk konektor ini adalah RJ-45.
3.Crimp Tool 

    Crimp tool ada beberapa macam.Alat ini gunanya untuk menghaluskan permukaan kabel,untuk mengencangkan kabel yang dimasukan pada konektor,agar supaya kabel sudah tidak lepas lagi dari konektor.4.Lan Tester 
     LAN Tester adalah sebuah alat yang digunakan untuk pengecekan Kabel UTP yang telah terpasang RJ 45 maka gunakan LAN Tester. Anda bisa membeli yang merek dari Taiwan saja agar lebih murah. Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedap-kedip.

Sistem Pengkabelan

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar
Tag :

SECURITY SYSTEM

| Minggu, 05 Oktober 2014
Baca selengkapnya »
SECURITY SYSTEM

Solusi CCTV merupakan prasarana yang tepat, efektif dan efisien terbukti handal dan bermanfaat, karenanya penggunaan sistem tersebut merupakan salah satu pelengkap sistem keamanan untuk peningkatan kinerja dan citra perusahaan, karena dengan ada nya CCTV, kepercayaan pelanggan terhadap mutu produksi dan keamanan barangnya pun dapat terjamin.
Didepan layar monitor perangkat tersebut si operator tinggal klik area mana yang mau diawasi tanpa berkeliling pabrik, jelas efisien, dan Direksi pun tidak lagi mendapat laporan pengawasan rekayasa/tidak akurat dari stafnya, di area sangat berbahaya (explosive area, gas beracun dan hal-hal lain yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan) sudah dapat diawasi secara langsung tanpa harus menghadapi resiko.
Pengawasan kwalitas poduksi, hasil produksi, asset perusahaan, aktifitas karyawan, perilakunya, produktifitas kerjanya selalu dapat diawasi, jelas resiko komplain akan berkurang, kwalitas produksi semakin baik, prestasi kerja karyawan dan kinerja usaha meningkat.


Informasi jenis kamera CCTV

1. CCTV ANALOG
2. IP CAMERA
cctv analog adalah kamera yang media transmisi datanya menggunakan kabel coaxial. Tidak ada proses digital pada output video. Murni hanya sinyal listrik video 1 Vp-p yang dirambatkan melalui kabel, bukan berupa data 1 dan 0. 

Berbeda dengan IP camera, setiap kamera pada sistem ini harus mempunyai ID unik. ID berupa IP Address ini harus di rencanakan alokasinya per kamera dari awal. Dan pemberian/pengaturan IP Address ini menurut pendapat saya harus dilakukan sebelum semua kamera dipasang. Pengaturan IP Address tidak semudah membalikan tangan untuk sebagian orang (baca: banyak teknisi). Diperlukan pengetahuan di bidang jaringan komputer (IT).

Manfaat Sistem CCTV

  1. Pengawasan asset perusahaan maupun hasil produksi dan pengawas jalannya kegiatan produksi, pengawasan keamanan.
  2. Dapat dijadikan arsip kegiatan usaha sehari hari karena hasilnya dapat direkam di DVR/media perekam video.
  3. Bahan bukti yang otentik bila terjadi hal hal yang tak diinginkan, Bukti dapat di putar ulang di komputer dan dvr.
  4. Prestasi karyawan dan system pengawas keamanan / satpam meningkat, karena merasa terawasi walaupun pimpinannya tak berada ditempat.
  5. Efektif, efisien bagi pengusaha karena bisa mengawasi langsung kegiatan produksi di banyak tempat produksi sekaligus di satu layer monitor.
  6. Dapat melihat dan memonitor lokasi sekalipun dalam kegelapan tanpa cahaya, dengan menggunakan Infra red camera.
  7. Dapat memantau lokasi tanpa diketahui keberadaan kameranya yaitu dengan kamera tersembunyi / hidden camera.
  8. Tersedia Data hasil produksi, arsip untuk QC bila suatu waktu terjadi claim karena ada rekaman dari CCTV.

Jasa Pelayanan

Inspeksi

  1. Menanyakan permasalahan yang dialami selama menggunakan sistem CCTV kepada Staff Operator CCTV.
  2. Melakukan inspeksi visual dari semua komponen utama (termasuk kabel dan koneksi ).
Camera
  1. Pemeriksaan Kamera dari kerusakan yang disebabkan oleh debu, hujan dan korosi.
Control Management

Melakukan inspeksi visual dari semua komponen Control Management
Pemeriksaan Server Monitoring
Digital Controller

Pemeriksaan tanggal.
Pemeriksaan Kapasitas Penyimpanan Rekaman.
Melakukan Back UP Data Rekaman.
Final Check

Memberikan solusi permasalahan yang ditanyakan oleh Customer
Mendokumentasikan hasil pemeriksaan secara teratur

SECURITY SYSTEM

Posted by : Unknown
Date :Minggu, 05 Oktober 2014
With 0komentar
Tag :
▲Top▲